<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS UPT SMP N 3 Plumpang</title> 
				<description>SMP Negeri tiga Plumpang hadir sebagai sekolah yang memiliki visi, cerdas berpikir, terampil berkarya, taat beribadah, berkarakter, dan peduli lingkungan yang dijiwai budaya karakter bangsa.</description>
				<link>http://localhost/uir/</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Sosialisasi Program Dan Layanan Lpdp se indonesia Raya</title>
						                <link>https://spegaplumpang.sch.id/berita/detail/sosialisasi-program-dan-layanan-lpdp-se-indonesia-raya</link>
						                <description>Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Ar Raniry Banda Aceh tersebut akan mengadakan acara Sosialisasi program dan Layanan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pada acara tersebut akan hadir sebagai pembicara yaitu Bapak Eko Prasetyo, Direktur Utama LPDP.

LPDP adalah satuan unit kerja di bawah Kementerian Keuangan yang mengelola dana pendidikan sesuai amanat PMK No 252 Tahun 2010. LPDP kemudian ditetapkan sebagai sebuah lembaga berbentuk Badan Layanan Umum pada 30 Januari 2012. LPDP memiliki visi menjadi lembaga pengelola dana terbaik di tingkat  regional untuk mempersiapkan pemimpin masa depan serta mendorong inovasi bagi Indonesia yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan. Program layanan LPDP terdiri dari beasiswa, pendanaan riset dan pengelolaan dana.

LPDP mengarahkan segenap usahanya guna mencetak pemimpin masa depan yang tersebar di berbagai bidang. Pengelolaan dana abadi pendidikan ini bertujuan menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi mendatang sebagai pertanggungjawaban antargenerasi. Selain itu, LPDP juga bertujuan mengantisipasi keperluan rehabilitasi pendidikan yang rusak akibat bencana. LPDP berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia di berbagai bidang yang menunjang percepatan pembangunan Indonesia

Sosialiasi program dan layanan LPDP tersebut akan diadakan pada hari Selasa, tanggal 26 Juli 2016 pukul 14.00 WIB berlokasi di ruang theater gedung museum UIN Ar Raniry Banda Aceh. Acara yang terbuka untuk dosen dan mahasiswa tersebut akan menghadirkan  Bapak Eko Prasetyo, Direktur Utama LPDP selaku pembicara. 
</description>
					                </item><item>
						                <title>Penyempurnaan Proposal Dan Desain Penelitian</title>
						                <link>https://spegaplumpang.sch.id/berita/detail/penyempurnaan-proposal-dan-desain-penelitian</link>
						                <description>Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Ar-Raniry Banda Aceh telah selesai mengadakan Seminar Penyempurnaan Proposal Penelitian Dosen Tahun Anggaran 2016 yang dilaksanakan pada tanggal 18 hingga 21 Juli 2016 di gedung LP2M UIN Ar Raniry Banda Aceh. Beberapa hal yang perlu ditindak lanjuti:


	Bila ada perubahan dan penyesuaian judul, untuk segera disampaikan ke puslitpen UIN Ar-Raniry untuk pembuatan SK paling lambat tanggal 29 Juli, 2016.
	Sebagian catatan nara sumber sudah ada pada puslitpen, bagi para peneliti bisa berkomunikasi dengan puslitpen (contact person: Taufik)
	Peneliti yang akan melakukan perjalanan ke luar kota juga harus melaporkan tempat tujuan dan tanggal keberangkatan mereka kepada Puslit UIN Ar Raniry Banda Aceh guna dibuatkan Surat Perjalanan Dinas (SPD).
	Bila ada hal-hal tekhnis lainnya yang belum disebutkan dalam penelitian ini, bisa berkomunikasi langsung dengan puslitpen.

</description>
					                </item><item>
						                <title>Pengumuman Prodi D-Iii Perbankan Syariah</title>
						                <link>https://spegaplumpang.sch.id/berita/detail/pengumuman-prodi-diii-perbankan-syariah</link>
						                <description>Assalamu&#39;alaikum Wr. Wb

Berikut kami informasikan kepada mahasiswa Prodi D-III Perbankan Syariah Angkatan 2014 (khusus semester lima -V) WAJIB mengikuti kegiatan BRIEFING MAGANG atau PEMBEKALAN MAHASISWA PPL, yang dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal  : Sabtu/ 24 September 2016

Waktu           : 08.00 s/d Selesai

Tempat         : AULA PASCA SARJANA Universitas Islam Negeri Banda Aceh Lantai 3

Demikian Pengumuman ini, agar di ikuti.

Wassalam.

TTD
Ketua Prodi
D-III Perbankan Syariah
</description>
					                </item><item>
						                <title>Pendaftaran Dan Pelaksanaan Seminar Proposal</title>
						                <link>https://spegaplumpang.sch.id/berita/detail/pendaftaran-dan-pelaksanaan-seminar-proposal</link>
						                <description>Diumumkan kepada seluruh Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora bahwa Pendaftaran Pelaksanaan Seminar Proposal Semester Ganjil Tahun Akademik 2016/2017 kembali dibuka mulai tanggal 05 – 20 September 2016.

Persyaratan Pengajuan Pendaftaran Seminar Proposal sebagai berikut:


	Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester berjalan­
	Telah menyelesaikan mata kuliah Metodologi Penelitian dan Metode Penelitian Ilmu Perpustakaan sekurang-kurangnya dengan nilai C
	Mengisi form pengajuan judul proposal skripsi (Silahkan di Unduh )
	Proposal dibuat rangkap 4 (Hard Copy) yang telah ditandatangani oleh Penasehat Akademik (PA) dan 1 Eks CD dalam bentuk Power Point dan diserahkan ke sekretaris / staf prodi paling lambat tanggal 20 September 2016. (isi slide harus dalam bentuk point, tidak boleh dalam bentuk paragraf)atau dapat dikirim via email : fah.prodiip@ar-raniry.ac.id
	Proposal yang telah ditandatangani oleh Penasehat Akademik (PA) dimasukkan ke dalam map :


        Map berwarna merah bagi yang pertama kali mendaftar

        Map berwarna biru bagi yang sudah pernah mengikuti seminar proposal


	Pengumuman pelaksanaan seminar proposal akan diumumkan kembali.


Demikian pengumuman ini dibuat, semoga dapat dimaklumi.

Banda Aceh, 05 September 2016
An.Ketua Prodi S1 Ilmu Perpustakaan
</description>
					                </item><item>
						                <title>Tips Membangun Komunikasi Efektif untuk Masuki Dunia Kerja</title>
						                <link>https://spegaplumpang.sch.id/berita/detail/tips-membangun-komunikasi-efektif-untuk-masuki-dunia-kerja</link>
						                <description>Sabtu (1/10/2016), PT Bank "Central" Asia Tbk (BCA) menggelar seminar bertema “Persiapan Memasuki Dunia Kerja dan Komunikasi Efektif” dengan menghadirkan dua orang pembicara, yakni Jahja Setiaadmadja (Presiden Direktur PT BCA Tbk) dan Moh. Subagio (Praktisi Komunikasi dari Moh Subagio & Co).

Dalam acara yang berlangsung di  Balai Sidang UI tersebut, BCA juga menyerahkan donasi beasiswa Bakti BCA tahun ajaran 2016—2017 senilai Rp400 juta kepada 29 orang mahasiswa UI serta dana abadi UI senilai Rp100 juta.

Dimoderatori oleh Direktur Kemahasiswaan UI, Arman Nefi, seminar ini memberikan wawasan tentang bagaimana membangun karier ketika memasuki dunia kerja. Ketika memasuki dunia kerja, menurut Presiden Direktur BCA ini, ada dua kebutuhan yang perlu diperhatikan mahasiswa, yaitu kebutuhan finansial dan kebutuhan untuk menimba ilmu. Ia menyarankan, ketika memilih pekerjaan untuk pertama kali, mahasiswa tidak hanya mementingkan pemasukan (income) yang besar, tetapi juga perlu melihat prospek ilmu yang didapatkan.

Jahja mencontohkan, dirinya lebih memilih untuk bekerja di kantor akuntan setelah lulus kuliah meski telah mendapat tawaran untuk bekerja di tempat lain sebagai pegawai tetap. Pasalnya, kantor akuntan memberinya banyak pengalaman dan pengetahuan ketika ia mengaudit berbagai jenis perusahaan. Pengetahuan tentang berbagai jenis industri ini, bagi Jahja, sangat membantunya mencapai puncak karier saat ini.

Presiden Direktur BCA berpesan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi bukanlah menjadi satu-satunya hal yang menjamin kesuksesan mahasiswa yang baru memasuki dunia kerja. Pasalnya, pemilihan tenaga kerja saat ini lebih diarahkan untuk menjaring orang-orang yang kreatif dan memiliki kemampuan sosial yang mumpuni.

“Dalam dunia perkuliahan, yang ditonjolkan seringkali hanyalah kemampuan individu. Tapi di dunia kerja, individu ini harus mampu mendengarkan masukan orang lain dan bekerja dalam tim,” ujar alumni FEB UI ini.

Selain kreativitas dan kemampuan membangun jaringan, Jahja juga mengingatkan mahasiswa untuk tetap memiliki perencanaan karier yang fleksibel.

“Perencanaan yang sudah dibuat dengan sangat detail pun dapat berubah ketika dieksekusi. Oleh karena itu, jangan terlalu terpaku pada plan, yang penting tahu betul tujuan yang ingin dicapai,” tutur Jahja di akhir seminar.

Dalam acara itu, turut hadir pula ini Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis, Direktur Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni UI Erwin Nurdin,  Kepala Kantor Wilayah VIII BCA Haryono Wongsonegoro, dan General Manager Corporate Social Responsibility BCA Inge Setiawati.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Peran Institusi Pendidikan Hadapi Ancaman Perang Asimetris</title>
						                <link>https://spegaplumpang.sch.id/berita/detail/peran-institusi-pendidikan-hadapi-ancaman-perang-asimetris</link>
						                <description>Sabtu (1/10/2016), Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Universitas Indonesia bekerja sama dengan Satuan Resimen Mahasiswa Universitas Indonesia (Wira Makara) menyelenggarakan seminar bertajuk “Seminar Sehari Bela Negara: Ancaman Perang Asimetris dan Peran Institusi Pendidikan sebagai Elemen Penting Bela Negara”.

Seminar yang dilaksanakan di Auditorium Gedung 9 FIB UI ini diisi oleh tiga pakar dalam bidang bela negara, yaitu Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA (Gubernur Lemhanas 2011—2016, Guru Besar Fakultas Teknik UI), Marsekal Muda (Purn.) Dr. Koesnadi Kardi, MSc., MDef., RCDS (Kepala Diklat Kemenhan 2005, Rektor UPN Jakarta 2011-2014), dan Dr. Agus Hasan “Yono” Reksoprojo (Staf Ahli Panglima TNI di bidang C4ISR dan Pengurus Iluni UI Menwa).

Acara yang turut dihadiri oleh Direktur Kemahasiswaan UI, Arman Nefi, ini bertujuan meningkatkan awareness tentang perang  strategis (intelectually strategic roles) institusi pendidikan dalam menghadapi ancaman perang asimetris. Mantan Staf Ahli Panglima TNI sekaligus Pengurus Iluni Menwa UI, Yono menjelaskan bahwa perang asimetris adalah peran yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah yang disepakati masyarakat dunia tentang bagaimana seharusnya menyelenggarakan perang.

“Pihak yang berperang tidak harus mengirim pasukan dan senjata berat seperti dalam perang konvensional, tetapi tetap dapat menguasai sumber daya lawan,” tutur Yono.

Ancaman perang asimetris di Indonesia cukup beragam. Menurut mantan Rektor UPN, Koesnadi, ancaman perang asimetris ini dapat berwujud perkembangan paham radikalisme atau terorisme, penguasaan sumber daya oleh negara lain, pencurian sumber daya laut oleh kapal-kapal asing, dan ketergantungan pada produk luar negeri secara berlebihan.

Dalam hal ini, dunia pendidikan menjadi elemen penting dalam bela negara karena dunia pendidikan adalah wadah pemikir (think thank) yang strategis untuk mencetak warga negara yang sadar Bela Negara melalui pola pikir yang nasionalis dan patriotik, warga negara yang sadar bahwa ancaman tidak datang secara fisik saja tetapi melalui aspek kehidupan sehari-hari, seperti ketahanan pangan, pandangan radikal, dan aliran informasi yang hipersonik yang tidak terbendung.

Demi memperkuat peran institusi pendidikan dalam mencegah peran asimetris, Gubernur Lemhanas RI, Budi Susilo merekomendasikan beberapa hal, antara lain institusi pendidikan nasional perlu meredefinisi makna negara sebagai hal yang patut dibela dengan terus memperhatikan kondisi geopolitik kekinian.

“Institusi pendidikan harus turut aktif menentukan arah kebijakan pemerintah yang sangat dipengaruhi oleh ketahanan nasional di sektor Jaringan Keuangan Nasional dan Jaringan Multimedia Nasional,” tutur pria yang juga aktif sebagai Guru Besar Fakultas Teknik UI ini.

Seminar yang dihadiri oleh anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) dari berbagai universitas lain ini dipersembahkan dalam upaya menerapkan UU No. 3/2002, khususnya ayat 2(d) tentang penyelenggaraaan Bela Negara melalui pengabdian sesuai dengan profesi oleh Alumni Resimen Mahasiswa UI.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Dari Proyek Berbasis Teknologi, Mahasiswa Rintis Bisnis Startup</title>
						                <link>https://spegaplumpang.sch.id/berita/detail/dari-proyek-berbasis-teknologi-mahasiswa-rintis-bisnis-startup</link>
						                <description>Bersama dua orang teman kuliahnya, pria usia 23 tahun ini kini telah berhasil merintis sebuah startup berbasis aplikasi bernama Teman Jalan sejak bulan Agustus 2015 lalu. Teman Jalan mempertemukan pengendara dan penumpang yang memiliki rute perjalanan yang searah atau tujuan yang sama.

Ditemui oleh UI Update bulan September 2016 lalu, Ujan menceritakan bahwa dirinya memang sudah tertarik pada bidang teknologi komputer sejak menduduki bangku SMP.

“Saya belajar coding sejak SMP, belajar sendiri. Tadinya suka doang sih. Di komputer bisa nonton, main game. Nah saya ingin orang juga bisa main game atau memakai aplikasi buatan saya,” tutur pria yang pernah meraih gelar Mahasiswa Berpestasi di tahun 2015 itu.

Ditanya mengenai inspirasinya, Ujan mengatakan, bahwa ayahnya menjadi sosok yang berperan dalam mendidik dan membentuk pola pikirnya di awal.

“Dulu pas SMP, saya bikin proposal untuk minta komputer baru ke ayah. Komputer rumah udah 10 tahun, udah nggak kuat. Ayah saya nggak mau, dan saya harus ikut patungan. Lah, saya nggak punya uang kan?” ujarnya sambil tertawa.

Ujan menambahkan, “Akhirnya ada lomba Insyinyur cilik. Lombanya bikin karya tulis. Di situ ayah saya membimbing saya bikin karya tulis. Pertama kalinya seumur hidup! Saya menang juara tiga dan dapat uang. Waktu itu bahkan jadinya nggak jadi beli komputer, tapi beli laptop untuk saya sendiri.”

Memetakan Masalah dan Berinovasi Mencari Solusi

Ujan menuangkan ketertarikannya pada dunia teknologi komputer melalui partisipasinya dalam berbagai proyek dan kompetisi. Salah satunya adalah pembuatan Kamus Tradisional Online. “Di SMA, saya bikin kamus bahasa daerah online. Saya keturunan Jawa, masa nggak bisa bahasa Jawa? Keluarga saya bisa semua. Keturunan Jawanya berhenti di saya. Is that a problem? Iya,” jelasnya.

Berbagai inovasi yang ia garap kemudian pun, diakui Ujan, berasal dari masalah-masalah yang ada di lingkungannya. “Emang dari dulu udah suka dua hal, teknologi komputer sama solving problem. Kalau ada suatu masalah nih, apa yang bisa saya bantu dengan skill saya?” katanya.

Di bangku kuliah, Ujan mulai mencoba memetakan suatu masalah dan merefleksikan terhadap kemampuan yang ia miliki untuk membantu membereskan masalah tersebut. Ia kemudian membuat aplikasi Siaga Banjir, sebuah aplikasi peringatan banjir, serta Bikun Mania, yakni sebuah aplikasi yang dapat mendeteksi bus kuning di Kampus UI.

“Waktu banjir, saya gak bisa bikin tanggul, nggak bisa lebarin sungai, dan nggak bisa menggusur rumah orang di pinggir sungai. Tapi saya punya teknologi, apa yang bisa saya lakukan? Saya beri tahu orang kalau saya punya banyak data. Waktu membuat Bikun Mania, orang-orang di halte bikun gak tahu kan bikun datang kapan? Oke, saya lacak busnya agar kita jadi tahu,” tambahnya.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Tata Kelola Kekayaan Negara Wujudkan Ekonomi Kerakyatan</title>
						                <link>https://spegaplumpang.sch.id/berita/detail/tata-kelola-kekayaan-negara-wujudkan-ekonomi-kerakyatan</link>
						                <description>Reformasi tata kelola kekayaan negara diperlukan agar sumber-sumber kekayaan negara dapat dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Langkah yang diperlukan dalam rangka reformasi tata kelola kekayaan negara adalah penyusunan Undang-Undang (UU) Kekayaan Negara dan pembentukan lembaga Otoritas Pengelolaan Kekayaan Negara (OPKN).

Hal tersebut diungkapkan dalam acara “Seminar dan Bedah Buku Seri Tata Kelola Kekayaan Negara: Reformasi Tata Kelola Kekayaan Negara untuk Mewujudkan Ekonomi Kerakyatan dan Pembangunan Inklusif” yang diselenggarakan Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI pada Rabu (5/10/2016) di Ruang Apung, Perpustakaan Pusat UI, Depok.

Buku Seri Tata Kelola Kekayaan Negara merupakan karya Doli D. Siregar, penilai senior dan konsultan properti. Seri buku ini terdiri dari tujuh judul buku yakni Kekayaan Negara dan Masa Depan Bangsa; Kekayaan Negara Siapa Punya Siapa Kuasa; Redistribusi Aset dan Ekonomi Kerakyatan; Desentralisasi Ekonomi dan Pembangunan Daerah; Otonomi dan Pengelolaan Aset Daerah; Membangun Daerah, Membangun Masa Depan Indonesia; dan Transformasi Perusahaan Negara Kelas Dunia.

Acara ini dibuka dengan sambutan Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo,M.Sc. Pada sesi bedah buku menghadirkan tujuh pembicara yang masing-masing pembicara membahas satu judul buku karya Doli D. Siregar. Para pembahas buku tersebut antara lain Prof. Rhenald Kasali; Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc.; Dr. Achyar Yusuf Lubis; Athor Subroto, S.E., M.M., M.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum, M.Si.; Dr. Roy Valiant Salomo, M.Soc.Sc.; dan Dr. Prabawa Eka Susanta, S.Sos., M.Si.

Dalam Seri Buku Tata Kelola ini, dibahas persoalan pengelolaan sumber-sumber kekayaan ekonomi bangsa. Ditegaskan bahwa sumber daya alam dan sumber daya manusia tersebut menjadi sumber daya ekonomi yang tak terhingga nilainya bagi Bangsa Indonesia. Namun, sayangnya, sumber daya ekonomi tersebut belum dikelola secara benar dan dimanfaatkan secara optimal untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat seperti diamanatkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Memang ada kemajuan. Namun, pencapaian Indonesia saat ini masih jauh dari yang semestinya jika dibandingkan dengan besarnya sumber daya ekonomi yang dimiliki. Sementara pembangunan ekonomi Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan pencapaian negara-negara lainnya.

Selain pertumbuhan dan perkembangannya tidak maksimal, juga telah terjadi ketidakmerataan dalam penguasaan sumber daya ekonomi dan pembangunan. Terjadi kesenjangan yang cukup lebar baik dalam penguasaan dan pemanfaatan sumber daya ekonomi maupun pembangunan. Tercatat, lebih separuh dari seluruh kekayaan ekonomi Indonesia hanya dikuasai satu persen populasi. Kesejahteraan sosial yang sesungguhnya belum hadir di tengah gencarnya pembangunan nasional. Betapa telah sampai pada tahap mengerikan kesenjangan ekonomi yang terjadi.

Kondisi-kondisi tersebut tercipta lantaran telah terjadi kesalahan dalam pengelolaan sumber daya ekonomi selama ini. Setidaknya, sumber daya ekonomi yang ada belum dikelola dengan benar dan dimanfaatkan secara optimal. Untuk itu, sedikitnya ada dua hal yang diperlukan.

Pertama, reformasi tata kelola kekayaan negara, dalam hal ini adalah sumber daya ekonomi. Kedua, redistribusi aset, bukan dalam pengertian bagi-bagi aset negara, melainkan memberikan akses yang sama, atau seluas-luasnya, kepada para pelaku ekonomi kerakyatan terhadap sumber daya ekonomi nasional berdasarkan prinsip keadilan dan berkelanjutan.

Dengan reformasi tata kelola kekayaan negara, maka seluruh sumber daya ekonomi akan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Dengan redistribusi aset, maka kesenjangan dan ketimpangan ekonomi dapat diatasi karena masyarakat dan para pelaku ekonomi kerakyatan diberi akses yang luas terhadap sumber daya ekonomi nasional.
</description>
					                </item></channel>
  	</rss>